Tuesday, December 30, 2014

I'm Back!!

Assalamualaikum..

I'm back!..hehee
Dah lama sangat tak bukak blog ni..dah bersawang dah rasanya..kalau rumah tu mungkin dah macam rumah hantu...hahaaa

Untuk permulaannya, saya ingin mengucapkan takziah kepada semua saudara seIslam saya yang berada di Pantai Timur di atas ujian yang sangat hebat yang kini melanda negeri mereka.. semoga hadapi ujian ini dengan sabar dan apakah yang Allah turunkan ini ada sesuatu yang perlu kita renungkan dan muhasabah diri kita semua.. kepada yang berkemampuan, bantulah mereka dengan apa cara sekali pun.. sama ada sumbangan harta, tenaga mahupun doa.

Musim persekolahan kian hampir, saya dan sahabat-sahabat di SRI An Najihin ini kini sedang giat mengemas dan mencantikkan persekitaran sekolah. Semoga dengan tahun baru ini, segala yang dihajatkan dan diimpikan akan terlaksana dan tercapai, insyaAllah..

Tahun 2014, sekolah telah mendapat keputusan yang semerlang dalam pepriksaan Peperiksaan Sekolah Rendah Agama (PSRA) dengan 6 orang mendapat Mumtaz dalam peperiksaan tersebut. Manakala seorang mendapat 5A dalam UPSR. Diharap, tahun 2015 nanti sekolah akan mendapat keputusan yang lebih cemerlang dalam kedua-dua peperiksaan tersebut..

Di sini saya ingin kongsikan beberapa gambar tenaga pendidik di SRI An Najihin. Segala penat lelah dilalui bersama sepanjang tempoh kami berada di sekolah ini. Semoga ikatan ini akan kekal hingga ke akhirnya.





Friday, April 22, 2011

Bismillahirrahmanirrahim....

Dalam tempoh empat bulan menjadi tenaga pendidik di SRI An Najihin, Sg Kapar Indah, banyak pengalaman yang telah saya peroleh. Bulan April dan Mei, banyak agenda yang telah disediakan oleh pihak SRI An Najihin, antaranya ialah, HARI SUKAN SEKOLAH, Peperiksaan Pertengahan Tahun dan lain-lain lagi. Dua minggu yang lalu, pihak sekolah telah mengadakan latihan sukan pada sebelah pagi dan petang setiap hari Isnin hingg Rabu. Sabtu 16 April 2011 telah diadakan perlawanan futsal dan bola jaring peringkat suku akhir, namun disebabkan cuaca tidak mengizinkan, perlawanan disambung pada minggu seterusnya.

Pada minggu ini pula, pada hari Isnin sahaja latihan sukan diadakan dan pada hari Rabu petang, perlawanan futsal dan bola jaring telah diadakan. Pada hari Rabu minggu hadapan juga akan diadakan acara merentas desa untuk pelajar tahap 2. Selepas acara tersebut, pelawanan futsal dan bola jaring akan disambung semula untuk menentukan kumpulan mana yang akan memperoleh gelaran Juara, Naib Juara dan seterusnya.

~ bersambung ~

Wednesday, March 2, 2011

Hidup Pada Memberi

Setelah tiga bulan bergelar seorang pendidik, kini baru ku sedari bahawa ada keseronkannya menjadi seorang pendidik. Dari situ kita akan kenali dan ketahui pelbagai ragam dan kerenah anak-anak didik kita. Di tempat aku bertugas, aku telah diamanahkan untuk mengajar mata pelajaran Sirah untuk Tahun 4 dan 5, dan Bahasa Arab untuk Tahun 1 hingga Tahun 5.

Pada mulanya memang agak sukar untuk memulakan sesi pengajaran dan pembelajaran (P&P), tetapi lama kelamaan aku sudah pun dapat membiasakan diriku dengan situasi-situasi seperti itu. Bermacam-macam ragam yang telah dipamerkan oleh anak-anak muridku. Mereka mempunyai tahap pencapaian akademik yang berbeza. Ada yang hyperactive, ada yang lambat dan ada juga yang bijak. Sebagai seorang pendidik, perlu tahu kaedah-kaedah yang sesuai untuk menangani situasi tersebut.

... bersambung ....

Tuesday, March 1, 2011

kembali lagi..

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Align CenterSetelah sekian lama aku x jenguk blog ni, rasanya dh bersawang dah agaknya.. sibuk disebabkan telah bertukar status dari pelajar kepada pendidik.. Oleh kerana dek kesibukan diri dengan tugas yang terpikul, tak ada masa untuk aku membelek-belek halaman ini. Memang banyak dugaannya bila dah bergelar seorang guru, macam tu jugak la guru-guru aku dulu masa mereka mendidikku sebagai anak muridnya.

Banyak aktiviti di sekoalh mahupun di luar sekolah.. tugasku bukan sekadar seorang guru, malah sebagai seorang pengurus kepada sebuah konsultan yang menguruskan program-program motivasi, kem ibadah dan lain-lain lagi. Semoga segala usahaku akan mendapat ganjaran di sisiNya nanti.. ameeen Ya Rabb..

Kini genap 2 bulan aku bertugas di SRI An-Najihin. Alhamdulillah, dalam tempoh 2 bulan ini aku sudah boleh membiasakan diri di sekolah tersebut. Terima kasih kepada semua sahabat2 yang banyak membantuku dalam usaha mendidik anak-anak kita dan insyaAllah akan "Melahirkan Anak Pintar Soleh".. insyaAllah..


Thursday, October 28, 2010

Memberikan Tempat Duduk dalam Satu Majelis

Anda diundang ke walimahan atau sedang takziyah. Tatkala anda masuk ke ruangan yang disediakan dan anda menjumpai bahwa ruangan itu sudah penuh, tentunya anda akan malu, bingung, serta salah tingkah.

Jika pada saat itu ada di antara hadirin yang berada dalam ruangan tersebut yang bangkit dan mempersilakan anda untuk duduk di tempatnya, tentunya anda akan merasa lega, dan kebaikan orang tersebut tidak akan terlupakan.

Seringkali ada orang yang masuk masjid —terutama pada waktu shalat Jum'at— dan mencari tempat kosong di antara jamaah yang sedang duduk. Semua mata memandangnya dengan keheranan dan perasaan tidak setuju, hingga akhirnya ada orang yang menaruh belas kasihan kepadanya yaitu orang yang memahami firman Allah swt.,

"
Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepada kalian, 'Berlapanglapanglah dalam majelis,' maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk kalian. Dan apabila dikatakan kepada kalian, 'Berdirilah kalian', maka berdinlah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan." (Al-Mujadilah: 11)

Saya masih bisa merasakan apa yang dialami oleh Ka'ab ra. tatkala ia mendapatkan sanksi karena tidak ikut dalam perang Tabuk. Ka'ab bercerita, "Setelah genap lima puluh hari sejak larangan nabi kepada para sahabat untuk berbicara kepada saya, pada hari kelima puluh — ketika saya sedang shalat shubuh di bagian belakang rumah, tempat saya mendirikan sebuah kemah di belakang rumah di tempat yang agak tinggi, saat itu saya merenungkan nasib diri yang benar-benar menyesakkan dada, sebagaimana disebut oleh Allah dalam Al-Qur'an, bumi ini sudah terasa sempit bagi kami — tiba-tiba saya mendengar teriakan yang sangat keras, 'Hai Ka'ab, ber-gembiralah.' Maka saya segera sujud syukur sebab saya merasa bahwa Rasulullah telah mengatakan pada para sahabat bahwa Allah telah menerima taubat kami pada shubuh ini. Sehingga orang-orang berdatangan untuk mengucapkan selamat. Seorang sahabat yang mengendarai kuda menuju ke arah saya sambil berteriak hingga suara teriakan itu lebih cepat dan pada langkah kaki kudanya. Tatkala orang itu sampai di hadapan saya, saya buka dua pakaian saya dan saya hadiahkan padanya, padahal waktu itu saya tidak mempunyai pakaian lain, sehingga saya meminjam pakaian untuk saya pakai menghadap Rasulullah. Saya berjalan menuju ke tempat Rasulullah. Di tengah jalan banyak orang yang menyambut saya dengan mengucapkan selamat atas penerimaan taubat kami, sehingga sampailah saya di masjid tempat Rasulullah sedang duduk dikerumuni oleh para sahabat. Pada saat itu seorang sahabat yang bernama Thalhah bin Ubaidillah ra. bangkit dari duduknya lalu menyam-but saya dan mengucapkan selamat. Demi Allah swt., tiada seorang pun dari kaum Muhajirin yang bangkit dari tempat duduknya selain Thalhah, sehingga saya tidak dapat melupakan sikap Thalhah
itu." Begitulah, dengan sikap itu Thalhah ra. menjadi orang yang menempati sudut hati Ka'ab bin Malik ra.

Dalam kesempatan lain Rasulullah saw. juga mem-berikan pelajaran pada kita, yaitu tatkala beliau masuk kota Makkah dan memasuki Masjidil Haram. Saat itu Abu Bakar ra. datang dengan membimbing bapaknya, Abu Quhafah. Melihat hal itu Rasulullah bersabda, "Kenapa tidak kau biarkan bapak ini berada di rumahnya dan saya yang datang ke rumahnya?" Abu Bakar ra. berkata, "Ya Rasul, beliaulah yang harus mendatangi-mu." Rasulullah mempersilakan Abu Quhafah duduk di sebelahnya, kemudian Rasulullah mengusap dada orang tua itu seraya
berkata, "Masuklah Islam." Sejak saat itu bapak tua itu pun menjadi seorang muslim. Rasulullah juga telah bersabda,

"
Tidaklah seorang muslim masuk rumah saudaranya sesama muslim lalu tuan rumah memberikan bantal kepadanya sebagai penghormatan, melainkan Allah swt. mengampuni semua dosanya." (HR. Hakim)

Dari Ibnu Umar ra. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, "
janganlah kamu menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya, kemudian kamu duduk di tempat itu, tetapi hendaklah kamu saling melapangkan." (Muttafaqun 'Alaih)

Ibnu Umar sendiri jika ada orang yang berdiri dari tempat duduknya dan mempersilakannya untuk duduk di tempat itu, ia tidak duduk di tempat tersebut.

Wednesday, October 27, 2010

Lebih Dahulu Mengucap Salam

Jika Anda ingin berkenalan dengan seseorang, hendaklah Anda memulai dengan mengucap salam karena sikap itu mempunyai daya tarik tersendiri bagi orang tersebut, selain itu juga mendapat pahala yang besar di sisi Allah.

Apabila Anda sudah berkenalan dengan seseorang dan beberapa hari kemudian Anda berpapasan dengan orang tersebut hendaklah Anda mendahului menyapa dan mengucapkan salam agar pertemuan yang pertama tidak hilang dengan sia-sia.

Hal ini karena pertemuan kedua merupakan penopang bagi pertemuan pertama.

"Sebaik-baik kamu adalah yang lebih dahulu mengucapkan salam."



Memanggilnya dengan Panggilan yang Paling Disukai

Pada zaman ini banyak orang menggunakan nama-nama aneh yang hanya asal ucap saja. Lebih aneh lagi banyak orang merasa bangga jika menyandang nama-nama itu, sehinggga jika ada orang yang memanggilnya dengan menggunakan nama aslinya maka ia akan marah.

Tatkala kita sudah menjadi umat Muhammad saw., kita mempunyai kewajiban agar memanggil orang lain dengan panggilan yang ia sukai, karena hal itu dapat mempererat hubungan kita dengan orang tersebut.

Ada sebagian ikhwah yang memanggil orang yang lebih tua dan lebih tinggi (pangkatnya) darinya dengan menggunakan nama saja tanpa ada embel-embel-nya.. la menganggap bahwa sikap itu adalah bentuk penerapan dari makna ukhuwah Islamiah. Maka kita jumpai ada seorang mahasiswa yang memanggil dosennya dengan "akh", ada juga di antara ikhwah yang tatkala mempersilakan penceramah hanya dengan menggunakan nama-nya saja dengan anggapan bahwa sikap itu lebih menjauhkan dari sikap riya'. Padahal embel-embel itu adalah wajar dan merupakan haknya, bukan buatannya sendin. Lalu bagaimana orang-orang dapat mengenal penceramah tersebut dengan betul, jika nama yang dimiliki oleh penceramah juga dimiliki oleh banyak orang? Di manakah pula kita meletakkan sabda Rasul, "Tempatkanlah orang lain pada posisi mereka?"

Di beberapa tempat ada yang memanggil dengan menggunakan kunyah, seperti: wahai, Abu Muhammad! atau wahai, Abu Hasan! Barangkali ini lebih halus didengar dan lebih dapat diterima oleh hati.

Sebarkan Salam di Antaramu

Salam adalah salah satu dari asma Allah swt. Mengucapkan salam, baik kepada orang yang anda kenal maupun yang tidak Anda kenal akan membangkitkan rasa aman, mempererat ikatan, dan menumbuhkan rasa cinta. Rasulullah sendiri telah berwasiat tentang itu. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata bahwa Rasul bersabda,

"
Kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman hingga kamu saling mencintai (karena Allah). Apakah kamu maujika aku tunjukkanpada satu perkara jika kamu kerjakan perkara itu maka kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kamu!" (HR. Muslim)

Dengan begitu, Rasulullah saw. telah meletakkan ta-ngan kita pada satu kunci yang amat penting. Mengucap atau menjawab salam akan dapat memberikan gambaran seberapa jauh orang itu iltizam dengan ajaran Islam.

Ada perbedaan yang amat besar antara orang yang mengucapkan "Salam" lalu dijawab dengan "Salam" dengan orang yang mengucapkan "Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh" lalu dijawab dengan "Wa'alaikumus-salam wa rahmatullahi wa barakatuh". Ada beberapa orang yang tatkala Anda mengucapkan "Assalamu 'alaikum", mereka menjawab dengan "Selamat Pagi" atau "Selamat Datang", atau dengan jawaban-jawaban yang lain.

Dengan mengucap dan menjawab salam, Anda dapat mengenal orang lain dan mengetahui tingkat konsistensi mereka terhadap ajaran agama. Sebagian orang ada yang mengucapkan salam sebagaimana seorang komandan militer memerintah anak buahnya, padahal mengucapkan salam merupakan ucapan selamat yang tersusun dari untaian kata-kata yang sangat indah, yakni "
as-salam" (kesejahteraan), "arrahmah" (rahmat), dan "al-barakah" (berkah). Ucapan salam hendaknya keluar dari lubuk hati yang paling dalam dan dikeluarkan dengan disertai perasaan kasih sayang, karena tujuan dari sebuah perkenalan adalah pernyataan hati.

Dari Abu Dzar ra., la berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, "
Janganlah sekah-kali kamu meremehkan kebaikan, meskipun hanya berupa keceriaan wajah tatkala bertemu dengan saudaramu." (HR. Muslim)

Menjawab salam hukumnya wajib. Kita akan dapat membuat orang yang mengucap salam itu bersimpati kepada kita, yaitu tatkala dengan sikap tanggap kita menjawab ucapan salam tersebut dengan ucapan salam yang lebih baik dan dengan tatapan wajah yang dihiasi dengan senyuman. Allah swt. berfirman,

"
Apabila kalian diberi penghormatan dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah selalu membuat perhitungan atas tiap-tiap sesuatu." (An-Nisa': 86)

Mengucapkan salam tidak terbatas pada orang yang kita kenal saja, tetapi lebih dianjurkan kepada orang yang belum kita kenal agar lebih memperluas perkenalan dan ukhuwah Islamiah.

Dari Abdullah bin Mas'ud ra. bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw., "Di antara ajaran Islam manakah yang paling baik?" Rasulullah saw. menjawab, "Memberi makan dan mengucap salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal." (Muttafaqun 'Alaih)

Para sahabat ra. adalah generasi yang paling paham terhadap nilai dan maksud ajaran ini. Dengan metode itulah generasi ini dapat merangkul banyak orang.

Dari Thufail bin Abu Ka'ab ra. bahwa ia datang menemui Abdullah bin Umar ra., lalu keduanya pergi ke pasar. Thufail menceritakan, "Tidaklah Ibnu Umar melewati orang di tengah jalan atau menjual barang da-gangan atau orangorang yang lain, kecuali la mengucap salam kepada mereka. Pada hari yang lain saya datang ke tempat Abdullah bin Umar, kemudian ia mengajakku ke pasar. Saya menjawab, 'Apa yang akan anda perbuat di pasar? Anda tidak membeli, tidak bertanya tentang harga barang, tidak menawar, dan tidak duduk di tempat-tempat duduk (yang ada di pasar)? Lebih baik kita duduk-duduk di sini dan bercakap-cakap.'
Abdullah bin Umar menjawab, 'Wahai Abu Bathan (panggilan bagi Thufail ra.), kita berjalan demi mengucapkan salam pada setiap orang yang kita jumpai.'" (HR. Malik dan Al-Muwatha' dengan sanad yang shahih)

Mengucap salam di suatu tempat yang asing bagi kita, pada saat kita sangat membutuhkan seorang teman, akan memberikan perasaan aman bagi kita dan membuat orang yang berhadapan dengan kita merasa simpati. Ada pepatah kuno mengatakan, "Seandainya bukan karena salam yang kau ucapkan sebelum kau berbicara, niscaya aku telah memakan dagingmu sebelum memakan tulangmu."

Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, "
Yang mengendarai kendaraan hendaklah mengucapkan salam kepada yang berjalan kaki, yang berjalan kaki hendaklah mengucapkan salam kepada yang duduk, yang sedikit mengucapkan salam kepada yang banyak, dan yang muda mengucapkan salam kepada yang tua. Keutamaan orang yang lebih dahulu mengucapkan salam adalah sangat besar."

Dari Umamah ra., la berkata bahwa ada seorang yang bertanya kepada Rasulullah saw., "Ya Rasul, di antara dua orang yang bertemu, manakah yang lebih dahulu mengucapkan salam?" Rasul menjawab, "Yang lebih mencintai Allah swt."

Dari Abdullah bin Mas'ud ra., ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, "'
As-salam' adalah salah satu dari asma Allah yang diletakkan di bumi, maka sebarkan salam di antara kamu." (HR. Bukhari)

Di antara taujih Khalifah Umar bin Khathab ra. adalah, "Tiga hal yang dapat membuat kecintaan saudaramu terhadapmu menjadi tulus (hanya karena Allah) ialah, lebih dahulu mengucapkan salam, memanggilnya dengan panggilan yang ia sukai, dan memberikan tempat duduk dalam satu majelis."

"Menjadi tulus" adalah sebuah ucapan indah yang dapat membersihkan rasa cinta dari tujuan duniawi.