Saturday, August 7, 2010

Sarana-Sarana Dakwah

Seorang teman berkata bahawa ia merasa tidak mempunyai kemampuan untuk berdakwah, kerana dia bukan seorang yang faqih dan bukan seorang yang tahu banyak tentang metode dakwah. Adapun hadits-hadits Rasul saw. yang berkaitan dengan dakwah yang telah dibacanya merupakan sebuah barakah. Ia tidak tahu bahawa barakah harus berbuah, dan buah dari barakah adalah produktivitas.

Rasulullah saw. bersabda,

"Senyummu pada wajah saudaramu adalah sedekah."

Jadi, jika Anda tidak tersenyum pada wajah saudara Anda, maka Anda tidak mendapatkan pahala sedekah itu. Jika setiap muslim mahu memberi senyum tatkala bertemu dengan saudaranya sesama muslim, kita akan menjumpai sebuah masyarakat muslim yang berwajah cerah dan saling mencintai. Inilah barakah dari sebuah senyuman yang tulus. Allah swt. pernah menegur Rasulullah saw. tatkala beliau bermuka masam saat ditemui oleh Ibnu Maktum ra. Allah berfirman,

"Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, kerana telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa)."('Abasa:1-3)

Dari contoh ini Anda akan mengetahui bahawa setiap yang datang dari Rasulullah adalah metode dakwah dan manhaj tarbiyah.

Marilah kita mengambil salah satu contoh dari hadits-hadits berikut yang mengajarkan tentang sarana dan metode dakwah yang mudah dipelajari dan diterapkan oleh para da'i. Anda akan melihat bahawa pelajaran-pelajaran itu sangat gamblang dan akan menyadari bahawa daya tangkap kitalah yang memang belum sampai.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Rasulullah saw. bahawa beliau bersabda,

"Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada enam:jika bertemu maka berilah salam, jika tidak kelihatan maka cari tahulah, jika sakit maka jenguklah, jika mengundang maka penuhilah, jika bersin dan mengucapkan hamdalah maka jawablah (dengan mengucapkan 'yarhamukallah', dan jika meninggal dunia maka hantarkanlah (ke pemakaman)."

Pertama, jika bertemu maka berilah salam

Mengucapkan salam adalah langkah pertama, akan semakin mantap jika diikuti dengan berjabat tangan. Ucapan salam harus disertai dengan perasaan cinta, senang, dan wajah yang berseri agar fungsi ucapan salam itu terwujud. Setelah itu saling memperkenalkan nama, pekerjaan, dan tempat tinggal. Dengan demikian Anda telah menapaki tahap awal dalam berdakwah.

Kedua, jika tidak kelihatan maka cari tahulah

Watak sebuah perkenalan adalah jika seseorang yang telah Anda kenal itu tidak Anda lihat dalam waktu ter-tentu, maka Anda harus mencari kabar tentang keadaannya atau menghubunginya, baik lewat telepon mahupun surat.

Ketiga, jika sakit maka jenguklah

Sunnatullah akan berlaku pada setiap orang, maka suatu saat ia akan merasa gembira, sedih, atau sakit; dan setiap kondisi harus disikapi dengan sikap yang islami. Jika Anda mendengar bahawa teman Anda sakit, Anda harus cepat-cepat menjenguknya, memberikan kesejukan, dan mendoakan untuk kesembuhannya; akan sangat baik lagi jika Anda membawa hadiah yang sesuai.

Rasulullah saw. bersabda,

"Hendaklah kalian saling memberi hadiah, kerana hadiah itu akan menjadikan kalian saling mencintai." (HR. Malik dalam "Al-Muwatha"')

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda,

"Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya sesama muslim kerana Allah, maka malaikat akan berseru kepadanya, 'Kamu dalam keadaan baik dan baikpula tempat tujuanmu, kamu pun akan ditempatkan di surga.'" (HR. Muslim)

Di tempat teman Anda tersebut, Anda pun dapat berkenalan dengan temantemannya. Dengan demikian Anda akan semakin banyak mempunyai kenalan. Jangan sampai kunjungan itu Anda pergunakan untuk membaca quran, majalah, atau berbicara yang tidak ada gunanya, agar tujuan kunjungan tersebut dapat terwujud. Jika Anda masuk rumahnya, hendaklah Anda duduk di mana Anda dipersilakan duduk. Diriwayatkan dalam sebuah atsar,

"Barangsiapa masuk rumah salah seorang di antara kamu maka duduklah di tempat tersebut, kerana kaum itu lebih mengetahui aurat rumah mereka." (HR. Thabrani)

Keempat, jika ia mengundangmu maka penuhilah

Setelah melewati tahapan-tahapan di atas maka hubungan antara kalian akan semakin erat. Suatu saat teman Anda akan menghadapi keadaan-keadaan penting, seperti sukses dalam tugas, pernikahan, atau yang lainnya, lalu ia mengundang Anda untuk menghadiri acara-acara tersebut. Anda harus memenuhi undangan tersebut kerana ini merupakan kesempatan berharga yang tersedia tanpa harus Anda rencanakan sebelumnya.

Begitu juga sebaliknya, Anda pun harus mengundangnya dalam acara-acara penting yang Anda adakan.

Kelima, jika ia bersin dan mengucapkan "hamdalah" maka jawablah (ucapkan "yarhamukallah")

Duduk bersebelahan dengan orang yang belum dikenal di suatu tempat, baik di perjalanan, pesta, mahupun tatkala menjenguk orang sakit, lalu orang yang duduk di sebelah Anda itu bersin maka hendaklah Anda menoleh kepadanya dengan wajah berseri seraya mengucapkan, "yarhamukallah (mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada Anda)." Tentunya hal ini akan menjadikan dirinya merasakan sesuatu yang baru dan setelah itu Anda dapat bercakap-cakap dengannya.

Keenam, jika ia meninggal dunia maka antarkanlah ke tempat pemakamannya.

Apa yang dapat ia lakukan setelah meninggal dunia dan dikubur? Pada hakikatnya, mengantar orang lain yang meninggal ke tempat pemakaman adalah mengantar dirinya sendiri, yang ia akan dapat mengambil nasihat, pelajaran, dan merenungkannya. Ini sebuah sunah Rasulullah saw. yang menggambarkan persatuan dan kesatuan kaum mushmin. Jika sebelumnya Anda dapat mengenal pribadi orang yang telah meninggal dunia, maka sekarang Anda dapat menggunakan kesempatan untuk berkenalan dengan keluarganya dan orang-orang yang berta'ziah ke rumahnya.
Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda,

"Barangsiapa menghadiri jenazah hingga menshalatkannya, maka baginya pahala satu qirath. Barangsiapa menyaksikan hingga di makamkan, maka baginya dua qirath." Seorang sahabat bertanya, "Apakah dua qirath itu, wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab, "Seperti dua gunung yang besar." (Muttafaqun 'Alaih)

No comments:

Post a Comment